super atom

Tim peneliti dari “Virginia Commonwealth University (VCU)” telah menemukan “Superatom Magnetik Baru VCs8″ dimana superatom magnetik ini menurut para peneliti tersebut meniru atom Mangan (Mn). Dengan penemuan ini dimungkinkan akan membuka cakrawala baru dalam pembuatan peralatan elektronik molekular yang akan membawa kita menuju generasi computer yang lebih cepat dan memiliki kapasitas memori yang besar.

Apa itu superatom? Superatom didefinisikan sebagai suatu cluster yang dibangun dari banyak atom dimana sifat cluster ini meniru berbagai macam unsur yang terdapat dalam sistem periodic. (Bila kamu tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk cluster maka salah satu contohnya adalah fuleren yang dibangun dari atom karbon). Superatom adalah stabil dan sifatnya tergantung dari jumlah atom dalam cluster tersebut sebagai contoh All7 sifatnya seperti atom Germanium, Al13 sifatnya mirip atom halogen, dan Al14 mirip logam alkali.

Superatom magnetik VCS8 yang diciptakan oleh para peneliti di VCU dibangun dari satu atom Vanadium sebagai atom pusatnya dan delapan atom Cesium, cluster ini dapat bertindak seperti magnet kecil layaknya atom Mangan yang ada dalam medan magnet. Melalui sejumlah studi secara teoritis yang sangat kompleks, Shiv N. Khanna, Ph.D, professor departemen Fisika VCU, bersama dengan Asosiate postdoctoral VCU, J. Ulises Reveles, A.C. Reber, dan siswa program pascasarjana, P. Clayborne, dan para peneliti dari Research Laboratory in D.C., serta  peneliti dari  Harish-Chandra Research Institute in Allahabad, India, para peneliti tersebut menganalisa sifat elektronik dan magnetis dari superatom VCs8 tersebut.

Para peneliti menyatakan bahwa superatom magnetic VCs8 ini memperoleh kestabilannya dengan cara mengisi keadaan dasar sususan konfigurasi elektron valensinya. Seperti yang kita ketahui bahwa atom yang stabil akan cenderung mengisi konfigurasi elektronya seperti atom-atom gas mulia, sehingga konsekuensi dari cluster yang terdiri dari delapan atom Cesium ini akan bergabung satu sama lain dengan cara melepaskan atau menerima electron dari atom yang lain. Dengan cara ini maka cluster memperoleh bentuk konfigurasi yang stabil.

Khana menyatakan bahwa superatom yang diciptakannya memiliki momen magnetik seitar 5 Bohr Magneton. Momen magnetik adalah ukuran sifat kemagnetisan internal cluster. Besarnya momen magnetik ini adalah dua kali lebih besar dari atom Besi yang terdapat pada besi padat. Atom Mangan juga memiliki momen magnetik yang besarnya sekitar 5 Bohr Magneton dan susunan konfigurasi elektron penuh, oleh sebab itulah Khanna menyatakan bahwa superatom VCs8 meniru sifat dari atom Mangan.

“Pandangan obyektif yang sangat penting dari penelitian ini adalah untuk menemukan kombinasi atom apa yang lebih stabil pada saat kita memasukan atom-atom yang lain untuk menyusun cluster tersebut. Selain itu kombinasi sifat magnetis dan penghantar juga perlu untuk diperhitungkan. Cesium adalah konduktor yang baik , inilah alasan mengapa kita memakai Cesium untuk mendapatkan sifat penghantar sekaligus sifat magnetis dari cluster baru ini”, kata Khanna.

“Kombinasi hal-hal tersebut diatas nantinya akan membawa perkembangan bidang “molekular elektronik” ke arah yang lebih spektakuler, yaitu bidang dimana para ilmuwan mempelajari aliran listrk yang mengalir melalui molekul kecil. Peralatan molekular ini diperkirakan akan membantu dalam menyimpan data yang non-volatil, proses data yang lebih cepat dan manfaat yang lain.

Khanna dan timnya telah membawa kita kepenelitian awal terhadap superatom dan nantinya akan membawa manfaat dalam bidang spintronik. Spintronik adalah proses yang memanfaatkan putaran elektron untuk mensintesis peralatan baru untuk tujuan penyimpan data dan data prosesing.

Para peneliti juga telah menunjukkan bahwa dengan menggabungkan atom Emas (Au) dan Mangan (Mn) akan dapat dihasilkan superatom yang memiliki momen magnetis akan tetapi tidak dapat menghantarkan arus listrik. Superatom ini memiliki potensial untuk aplikasi biomedis seperti proses pencitraan, sensor, dan mengamati peredaran obat-obatan dalam tubuh.

Leave a comment »

Angka Ekstraksi yang Mengejutkan


Tulium adalah unsur tanah jarang paling kecil kelimpahannya selain dan tulium sangat sukar diisolasi. P. T. Cleve menemukan unsur ini di tahun 1879, tetapi baru tahun 1911 isolasi unsur ini bisa dilakukan dengan memuaskan.

C. James dari United States mencoba berbagai mineral dan menemukan tiga mineral, yterspar, euzenit dan kolumbit yang dihasilkan dari kepulauan di Norway utara, merupakan sumber yang paling baik. Untuk mendapatkan tulium logam murni, kromat dari logam tanah jarang campuran yang didapatkan dari penambahan bijih tersebut dengan natrium hidroksida, asam khlorida, asam oksalat dan barium kromat dikristalkan secara berulang dari air dan air-alkohol. Di tahun-tahun itu, identifikasi unsur dengan spektroskopi belum dapat dilakukan, dan rekristalisasi diulang sampai 15.000 kali selama beberapa bulan, membuktikan bahwa tidak mungin untuk mendapatkan logam murninya. Kimiawan sampai sekarang harus melakukan operasi-operasi yang monoton seperti itu. Namun kesabaran sampai rekristalisasi 15.000 nampaknya kini sukar ditemui. Tanpa ada kesabaran seperti itu, perkembangan kimia tanah jarang tidak sampai tahap seperti saat ini.

Leave a comment »

“AIR” sederhana tapi mengesankan

Bahan mentah yang paling berlimpah di bumi telah diketahui dapat memperlihatkan sebagai bahan kimia yang tidak semestinya ketika diletakkan pada kondisi yang sangat ekstrim.

Baru-baru ini, para ilmuwan di Laboratorium Nasional Awrence Livermore telah memperlihatkan sesuatu hasil penelitian yang menarik bahwa air, jika diletakkan pada pada suhu kamar panas, berperan sebagai katalisasi complex dalam reaksi bahan peledak yang tak terbayangkan sebelumnya. Sebelumnya katalis hanya dapat berupa platinum dan enzim tapi untuk air sangat jarang sekali.

Letusan berasal dari bahan peledak yang terbuat dari oksigen dan hydrogen yang dapat memproduksi air pada suhu 1000 derajat dan bertekanan lebih dari 100,000 atm.

Dengan menggunakan prinsip terdahulu dari stimulasi atomistic peledakan bahan bakar tingkat tinggi PETN (penta erythritol tetranitrate) tim ilmuwan ini telah menemukan hal tersebut di air, ketika atom hydrogen bekerja sebagai reduktor dan hydrogen sebagai oksidator, atom-atom ini bertindak sebagai kelompok dinamik yang membawa oksigen selama reaksi berlangsung.

Dalam simulasi molekul dinamik dengan menggunakan Blue Gene super komputer Laboratorium , Wu dan Larry Fried, Lin Ynag,  Nir Goldman dan Sorin Bastea telah menemukan atom hydrogen (H) dan hidroksida (OH) di air yang membawa oksigen dari gudang nitrogen menuju bahan bakar karbon (dengan suhu bertemperatur antara 3000-4200 Kelvin).  Pada kondisi seperti itu, air bekerja sebagai produk akhir dan katalis kimia yang sangat penting.

Untuk molekul berkekuatan bahan peledak tinggi yang terbuat dari karbon,  nitrogen, oksigen dan hydrogen seperti PETN, 3 produk utama gas nya adalah air, karbon dioksida dan molekul nitrogen.

Tim ilmuwan ini telah menemukan bahwa nitrogen kehilangan oksigen lebih banyak daripada hydrogen dan karbon walaupun konsentrasi air telah mencapai keseimbangan.

” Air merupakan bagian dari energi.  Mekanisme katalis secara keseluruhan berbeda dengan komposisi sebelumnya yang hanya sebagai produk akhir ” kata Wu.  Penemuan  terbaru ini bermaksud agar para ilmuwan mempelajari keadaan yang terjadi di planet Uranus dan Neptunus.  Dimana airnya yang mempunyai bentuk yang luar biasa

Leave a comment »

senyawa anorganik sebagai zat anti kanker

Ada banyak bahan kimia yang sedang dikembangkan oleh para peneliti saat ini karena prospeknya untuk di gunakan sebagai zat anti kanker. Fokus terbesar adalah penelitian terhadap senyawa-senyawa dari tumbuhan baik darat maupun tumbuhan laut yang bersifat aktif terhadap sel kanker. Senyawa-senyawa ini pada umunya merupakan turunan flavanoid. Sayangnya, untuk menemukan senyawa aktif tersebut dibutuhkan waktu yang agak lama karena harus diekstrak dari berbagai sumber, dikarakterisasi, diuji aktivitasnya kemudian baru disintesis untuk memperbanyak jumlahnya.

Pada dua dekade belakangan, ahli Biomaterial mulai mempelajari material-material anorganik untuk diaplikasikan sebagai anti kanker. Magnetit (Fe3O4) adalah senyawa yang paling menjanjikan untuk bidang ini. Magnetit merupakan salah satu jenis oksida besi yang paling umum dikenal dan terdapat cukup banyak di alam. Sesuai namanya, senyawa ini bersifat magnet (magnet alam pertama yang ditemukan manusia). Strukturnya sangat unik yaitu spinel terbalik karena sebenarnya senyawa ini merupakan gabungan dari dua oksida besi yaitu FeO dan Fe2O3 yang dihubungkan oleh jembatan oksigen. Struktur seperti ini menghasilkan resultan momen magnet yang nyata serta kemampuan untuk transfer elektron ke ion tetangga secara simultan.


Struktur kristal magnetit dan salah satu foto SEM partikel magnetit

Agar magnetit tepat sasaran saat menyerang sel kanker, biasanya zat ini dimasukkan ke dalam tubuh bersama-sama dengan obat-obatan tertentu. Setelah magnetit diserap oleh sel kanker, maka tubuh pasien diberi medan magnet seragam dari luar dalam rentangan frekuensi yang tidak membahayakan (noninvasive). Momen magnet dari magnetit nanokristal dalam tubuh akan menjadi searah mengikuti arah momen medan luar sampai pada suatu titik dimana dia tidak lagi terpengaruh (kejenuhan magnetisasi). Ketika medan luar dihilangkan pada kondisi ini, momen magnet magnetit akan kembali secara perlahan-lahan ke kondisi awalnya. Peristiwa ini disebut relaksasi magnetik dan selalu menghasilkan panas sebagai akibat perubahan energi. Panas yang dihasilkan dalam sel kanker tersebut tidak berbahaya bagi manusia tapi sangat mematikan bagi sel kanker karena dia terkena secara langsung sehingga menyebabkan kematian sel kanker tersebut (sel kanker mati pada suhu 43°C).

Banyak metoda telah dikembangkan untuk mensintesis magnetit agar memiliki struktur nanokristal. Ini merupakan syarat utama agar bisa digunakan sebagai bahan anti kanker karena jika magnetit memiliki struktur nanokristal dia akan memperlihatkan sifat superparamagentik serta mudah diserap ke dalam sel. Metoda tersebut antara lain dekomposisi kimia, transfer fasa , sonolisis, dan hidrotermal. Sayangnya semua metoda yang ada masih menggunakan prekursor berupa bahan kimia murni yang harganya relatif mahal dan seringkali memerlukan atmosfir nitrogen dalam prosesnya.

Baru-baru ini saya dibawah bimbingan Dr. Syukri Arief, M.Eng berhasil mensintesis magnetit nanokristal secara langsung dari batuan besi yang banyak terdapat di Sumatera Barat tanpa memerlukan atmosfer inert. Batuan besi tersebut diproses secara hidrotermal sederhana sampai menghasilkan magnetit dengan kekristalan yang tinggi dan bersifat superparamagnetik. Idenya berawal dari usaha untuk meningkatkan nilai ekonomis batuan besi di beberapa kabupaten yang ada di sumatera barat. Selama ini batuan besi ditambang oleh perusahaan swasta untuk kemudian dijual mentah dengan harga murah ke Cina dan India. Tidak jarang kedua negara tersebut menjual kembali hasil olahan batuan tersebut berupa besi baja ke negara kita dengan harga yang lebih tinggi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan usaha-usaha untuk pemanfaatan sumber daya tambang yang ada di Sumatera Barat akan lebih banyak lagi.

Leave a comment »

grup lantanida dan aktinida

Lantanoid dan aktinoid adalah unsur-unsur transisi blok f, sifat-sifatya berbeda secara signifikan dengan unsur-unsur transisi blok d.  Unsur-unsur ini ditempatkan terpisah dalam tabel periodik untuk menunjukkan bahwa keperiodikan struktur elektroniknya berbeda dengan umumnya unsur lain. Walaupun lantanoid disebut unsur tanah jarang, kelimpahannya di kerak bumi tidak sedikit dan kimia penggunaan sifat-sifat lantanoid yang unik sangat mungkin akan berkembang cepat dalam waktu yang tidak terlalu lama. Aktinoid sangat erat dengan kimia dan energi nuklir.  Karena jumlah unsur superberat “yang disintesis” dalam akselerator sangat kecil, unsur-unsur ini sangat tidak signifikan dalam pandangan kimia terapan.

Lantanoid

Lima belas unsur dari lantanum, La (4f), sampai lutetium, Lu (4f4), merupakan lantanoid.  Ln biasanya digunaan sebagai simbol umum unsur-unsur lantanoid. Walaupun lantanoid, bersama dengan skandium (Sc), dan Itrium (Y), sering disebut unsur-unsur tanah jarang, unsur-unsur ini relatif melimpah di kerak bumi. Kecuali prometium (Pm), yang membentuk isotop stabil, bahkan yang paling kecil kelimpahannya tulium (Tm), dan lutetium (Lu), kelimpahannya sama dengan kelimpahan iodin.  Karena lantanoid memiliki sifat yang sangat mirip dan sukar dipisahkan satu sama lain, di waktu yang lalu unsur-unsur ini belum banyak dimanfaatkan dalam riset dasar dan terapan, jadi nama tanah jarang berasal dari fakta ini. Karena adanya metoda ekstraksi pelarut cair-cair dengan menggunakan tributilfosfin oksida sejak tahun 1960-an, unsur-unsur lantanoid menjadi mudah didapat dan mulai banyak dimanfaatkan tidak hanya untuk riset dasar tetapi juga dalam material seperti dalam paduan logam, katalis, laser, tabung sinar katoda, dsb.

Karena entalpi ionisasi tiga tahap unsur lantanoid cukup rendah, unsur-unsur ini membentuk kation trivalen. Sebagian besar senyawa lantanoid kecuali senyawa Ce4+(4f0), Eu2+(4f7) dan Yb2+(4f14) biasanya lantanoidnya berupa ion Ln3+. Ln3+ adalah asam keras, dan karena elektron f  terpendam jauh dan tidak digunakan dalam ikatan, elektron-elektron f ini hampir tidak dipengaruhi ligan. Ada kecenderungan jari-jari atom dan ion lantanoid menurun dengan kenaikan nomor atom, dan fenomena ini disebut kontraksi lantanida. Kontraksi ini disebabkan kecilnya efek perisai elektron 4f, yang menyebabkan inti atom menarik elektron dengan kuat dengan meningkatnya nomor atom.

Kompleks logam lantanoid biasanya berkoordinasi antara 6-12 dan khususnya banyak yang berkoordinasi 8 dan 9. Senyawa organologam dengan ligan siklopentadienil jenis Cp3Ln atau Cl2LnX juga dikenal, semua senyawa ini sangat reaktif pada oksigen atau air

Aktinoid

Lima belas unsur dari aktinium, Ac, sampai lawrensium, Lr, disebut dengan aktinoid. Simbol umum untuk unsur-unsur ini adalah An.  Semua unsur aktinoid bersifat radioaktif dan sangat beracun. Di alam aktinoid yang ada  dalam jumlah yang cukup adalah torium (Th), protaktinium (Pa), dan uranium (U). Unsur-unsur tadi diisolasi dari bijihnya dan digunakan dalam berbagai aplikasi. Logam plutonium (Pu) diproduksi dalam jumlah besar dan efisiensi ekonomisnya dan keamanan penggunaannya sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan reaktor pembiak saat ini sedang banyak dipelajari.  Untuk unsur yang lebih berat dari amerisium (Am), karena jumlah yang dapat diisolasi sangat kecil dan waktu paruhnya sangat pendek, studi sifat-sifat kimia unsur-unsur ini sangat terbatas.

Walaupun aktinoid mirip dengan lantanoid dalam pengisian elektron 5fnya, sifat kimianya tidak seragam dan masing-masing mempunyai sifat yang unik. Promosi elektron dari 5f-6d memerlukan energi yang besar dan contoh senyawa dengan ligan asam π telah dikenal dan orbital 5f, 6d, 7s dan 7p berpartisipasi dalam ikatan. Senyawa trivalen aktinoid umum dijumpai tetapi bilangan oksidasi selain tiga bukan tidak umum. Khususnya torium, protaktinium, uranium and neptunium yang cenderung berbilangan oksidasi +4 atau bilangan oksidasi yang lebih tinggi. Karena keradioaktifannya rendah, torium dan uranium yang ditemukan sebagai mineral dapat ditangani dengan legal di laboratorium biasa. Senyawa seperti ThO2, ThCl4, UO2, UCl3, UCl4, UCl6, UF6, dsb bermanfaat untuk berbagai kegunaan. Khususnya UF6, yang mudah menyublim dan merupakan gas yang cocok untuk difusi gas dan melalui proses sentrifugasi gas dalam preparasi 235U. Torium adalah unsur yang oksofilik mirip dengan lantanoid.

Leave a comment »

komposisi aqua regia beda-beda lho…!!!

Aqua regia (bahasa Latin yang berarti “air kerajaan”) adalah larutan yang dibuat dari percampuran asam klorida pekat dan asam nitrat pekat. Larutan ini bersifat sangat korosif, mengeluarkan uap berwarna kuning. Hanya larutan inilah yang sanggup melarutkan emas dan platina (logam-logam yang paling mulia menurut deret Volta), dimana asam klorida pekat dan asam nitrat pekat secara terpisah tidak berpengaruh pada emas tetapi campuran dari dua asam secara dramatis bereaksi dengan emas oleh karenanyalah disebut sebagai aqua regia atau Air Raja. Tetapi karena sifatnya yang kurang stabil, maka larutan ini baru dibuat jika akan dipakai.

Asap berwarna kuning disebabkan oleh reaksi asam nitrat, HNO3, dengan hidrogen klorida, HCl, untuk membentuk nitrosyl klorida (NOCl), klorin (Cl2) dan air, keduanya klorin dan klorida nitrosyl berwarna kuning dan volatile. Nitrosyl klorida yang selanjutnya terurai menjadi nitrit oksida (NO), dan klorin. Asam nitrat adalah agen oksidator yang kuat (lihat oksidasi dan reduksi), tetapi kesetimbangan kimia untuk reaksi dengan emas, Au, hanya mengijinkan pembentukan jumlah kecil ion Au 3+, sehingga jumlah emas murni yang dilarutkan dalam asam nitrat terdeteksi. Kehadiran ion klorida memungkinkan pembentukan chloraurate stabil ion kompleks, [AuCl] 4 -. Karena tingginya konsentrasi ion klorida dalam aqua regia, Au segera bereaksi setelah terbentuk, menjaga konsentrasi rendah oksidasi ini lebih memungkinkan untuk Au +3, dan emas dibubarkan. Emas juga dapat bereaksi langsung dengan klorin bebas di aqua regia, karena klorin adalah agen oksidator yang sangat kuat.

Tapi tahukah kamu?? Kalo komposisi asam klorida pekat dan asam nitrat pekat dalam aqua regia yang digunakan oleh pendulang emas untuk memurnikan emas dengan yang digunakan untuk pengujian berbeda!!

Komposisi Aqua Regia (biasa disebut dengan air raja atau air uji II) yang kita gunakan terdiri atas 3 bagian Hydrochloric Acid dan 2 bagian Nitric Acid). Komposisi seperti itu dimaksudkan untuk mempercepat reaksi air uji dalam penentuan kadar emas dalam angka (24K, 23K, 22K dst), dengan komposisi Nitric Acid sebanyak 40% karena pada dasarnya, Nitric Acid (HNO3) adalah cairan kimia yang bersifat korosif terhadap logam nonemas. Sdangkan para pedagang/tukang emas menggunakan komposisi Aqua Regia 3 : 1 atau dengan komposisi HNO3 yang lebih sedikit yaitu 25% karena mereka mengacu kepada hasil uji berupa angka persentase dengan range yang lebih pendek (mis 98%, 97%, 96%, dst) sehingga lebih akurat meskipun reaksinya lebih lambat.

Leave a comment »

garam dapur dimasakan gak larut semua lho..!

titik leleh garam dapur tinggi

Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan. Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.

Na + Cl → Na+ + Cl- → NaCl.

Ikatan ion merupakan ikatan yang paling kuat, dan untuk memutuskan ikatannya dibutuhkan energi yang relatif besar. Sehingga senyawa yang termasuk senyawa ionik akan memiliki titik leleh yang tinggi.

Pemanasan terhadap garam NaCl itu merupakan bukti bahwa titik lelehnya relatif tinggi. Berarti untuk merenggangkan jarak antara kation dan anion memerlukan energi kalor yang sangat besar. Energi ini diperlukan untuk melemahkan gaya tarik coulomb (elektrostatik) antara kation dan anion yang saling mengelilingi dalam kristal NaCl. Karena kristal itu memiliki kisi-kisi yang menjaring rapat ion-ion itulah mengakibatkan titik leleh senyawa ion relatif tinggi; api kompor di dapur kita mampu melelehkan garam.

Senyawa ini energi kisinya terbesar, sehingga ikatannya paling kuat. Unsur logam yang memiliki jari-jari atom terbesar akan paling mudah melepaskan elektron valensinya, sehingga dapat bereaksi lebih cepat. Unsur non logam yang paling elektronegatif akan paling mudah menangkap elektron dan tentu reaksinya menjadi paling cepat. Jika kedua jenis logam dan non logam itu direaksikan, maka senyawa ion yang terbentuk akan memiliki titik lebur tertinggi, karena energi kisinya terbesar. Dalam sistem periodik, logam itu berada di sebelah kiri bawah dan non logamnya berada di kanan atas, golongan VIIA, yaitu fluor.

Leave a comment »

Dibalik Keindahan Kembang Api

Kita semua pasti pernah menyaksikan kembang api menjelang tahun baru atau pada perayaan-perayaan yang lain. Tentu indah bukan?? Dengan warna-warni yang menghiasi langit malam. Apakah yang membuat warna warni dalam kembang api?

Pembuatnya menambahkannya bahan-bahan kimia ke dalam campuran bahan peledak, yakni bahan yang memancarkan warna cahaya tertentu ketika mengalami panas. Anda dapat melemparkan bahan kimia yang sama ke perapian atau api unggun jika menurut anda api hijau, misalnya terasa lebih romantik.

Ketika Anda melemparkan sebuah atom ke dalam sebuah nyala api, atom itu dapat mengambil sebagian energi api dengan membuat elektron-elektronnya bergerak lebih cepat. Elektron-elektron beringans “tereksitasi” ini sebetulnya ingin kembali ke tingkat energi alami yang lebih santai (ground state). Cara termudah bagi mereka untuk melakukannya adalah melepaskan energi berlebih mereka dalam bentuk semburan cahaya. Jika cukup banyak atom dalam sebuah nyala api secara serentak mengambil energi panas dan melemparkannya kembali dalam bentuk cahaya, kita dapat menyaksikan sebagai cahaya yang sangat terang.

Setiap jenis atom atau molekul pada awalnya memiliki seperangkat energi elektron yang unik. Maka, tiap jenis atom atau molekul dalam nyala api akan mengambil dan melemparkan kembali jumlah energi yang unik pula. Itu sebabnya atom dan molekul berbeda akan menancarkan panjang gelombang atau warna cahaya berbeda. Dalam bahasa ilmiah : setiap atom atau molekul memiliki spektrum emisi unik masing.  Sayangnya bagi pabrik kembang api, kebanyakan atom molekul memancarkan cahaya dalam warna-warni yang tidak tampak oleh manusia ; di daerah spektrum ultra ungu atau inframerah. Bagaimanapun, masih ada atom-atom unsur tertentu yang memancarkan warna-warna cemerlang dalam daerah spektrum cahaya nampak sehingga dapat kita nikmati.

Berikut ini beberapa jenis atom (dalam bentuk senyawa kimia masing-masing) yang di gunakan untuk membuat warna-warna dalam kembang api, merah didapat dari stronsium (paling sering dipakai) untuk membuat cahaya berwarna crimson (merah tua keunguan), kalsium untuk membuat warna merah kekuningan, lithium untuk membuat warna kuning hijau terang. Hijau didapat dari barium (paling sering dipakai) untuk membuat warna hijau kekuningan, tembaga untuk membuat warna hijau zamrud, telurium untuk membuat warna hijau rumput, thalium untuk membuat warna hijau kebiruan, seng untuk membuat hijau keputihan. Biru didapat dari tembaga (paling sering dipakai) untuk membuat warna azure (biru langit cerah), arsenikum untuk membuat warna biru muda, timbal untuk membuat warna biru muda, selium juga digunakan untuk membuat warna biru muda. Ungu didapat dari cesium untuk membuat warna ungu kebiruan, kalium untuk membuat warna ungu kemerahan, dan rubidium untuk membuat warna ungu.

Coba deh,  Jika kalian menjumpai kesempatan membuat atau mengikuti beberapa acara api unggun, baik di gunung maupun di pantai, taburkan sedikit garam meja atau bubuk natrium bikarbonat (soda kue) ke atasnya maka Anda akan menyaksikan nyala kuning cemerlang yang telah dihasilkan oleh unsur natrium. Jika Anda memiliki bahan penggati garam, coba taburkan bahan itu (biasan

ya kalium klorida), maka Anda akan mendapatkan nyala khas kalium yang ungu kemerahan. Jika Anda membawa lithium untuk pengobatan manic depressive (semacam gangguan mental), hiburlah diri Anda dengan membuat nyala berwarna paling indah dalam hidup Anda.

Leave a comment »

menghitung volume rongga kubus

1.   Kubus sederhana

Jika suatu kubus sederhana tersusun oleh atom-atom dengan jari-jari r. apabila panjang sisi kubus adalah a,, maka berapa % volume ruang kosong/ rongga dalam kubus ?


Panjang sisi = 2 x jari-jari atom atau a = 2r

dalam kubus terdapat 8 atom, masing-masing atom berkontribusi sebesar 1/8 bagian sehingga :

Volume rongga  = volume kubus- 8 x 1/8 volume atom

= a x a x a – 4/3 phi r x r x r

= 2r x 2r x 2r – 4/3 phi r x r x r

= 8 r x r x r- 4,187 r x r x r

=3,813 r x r x r

Jadi % rongga kubus sederhana

= 3,813 r x r x r / 8 r x r x r x 100%

= 47,67 %

2.   berapakah % rongga tetrahedral?

Bangun tetrahedral memiliki alas berbentuk segitiga , dan terdapat 4 buah atom, yang masing-masing atom berkontribusi sebesar 1/6 bagian,, dan apabila kita tarik garis tiap inti atom maka akan terbentuk limas segitiga,, sehingga :


alas limas = 2 x jari-jari atom = 2r

tinggi segitiga bidang sisi dengan teorema phytagoras, diperoleh t = 1,732 r

dan tinggi limas, t = 1,803 r

Volume rongga

= volume limas alas segitiga – 4x 1/6 Volume atom

= (1/2x alas x tinggi segi tiga x tinggi limas)- 4x 1/6×4/3 phi r x r x r

=1/2 x 2r x 1,732 r x 1,803 r – 2,79 r x r x r

= 3,12 r x r x r-2,7 r x r x r

= 0,33 r x r x r

Jadi % rongga tetrahedral = 0,33 r x r x r/ 3,12 r x r x r x 100%

= 10,58 %

3.   kubus pusat badan

Dalam kubus pusat badan karena tiap bagian atom saling bersentuhan, diagonal ruang merupakan jumlah dari 4 jari-jari atomnya.

Panjang diagonal ruang = a x akar 3=1,732 a

1,732   a = 4r

a = 4r/1,732

a=2,31r

Volume rongga

= volume kubus- 2 volume atom

= a x a x a – 2 x 4/3 phi r x r x r

= 2,31r x 2,31r x 2,31r- 8/3 phi x r x r x r

= 12,31 r x r x r – 8,37 r x r x r

=3,94 r x r x r

Jadi % rongga kubus pusat badan = 3,94 r x r x r/12,31 r x r x rx 100%

= 32 %

4.   kubus pusat muka


Dalam kubus pusat muka panjang diagonal sisi = 4r

Panjang diagonal sisi = a akar 2= 1,414 a

1,414   a = 4r

a = 4r/ 1,414

a = 2,83 r

Volume rongga

= volume kubus- 4 volume atom

= a x ax a – 4 x 4/3 phi r x r x r

=2,83 r x 2,83 r x 2,83 r – 16/3x phi r x r x r

= 22,615 r x r x r – 16,75 r x r x r

=5,86 r x r x r

Jadi % rongga kubus pusat muka

= 5,86 r x r x r/16,75 r x r x rx 100%

= 25,93 %

Kalau penulisan matematisnya diedit pake equation,, kok begitu dicopy k post box jadi ilang yach?? Pusing…maklum,, namanya juga baru belajar..

Leave a comment »

KANDUNGAN PERHIASAN DARI EMAS DI INDONESIA

Emas murni umumnya disebut emas 24 Karat atau 99,99%. Ini berarti tidak ada campuran logam lain. Alasan utama mengapa emas murni perlu dicampur dengan logam lainnya adalah: agar emas jd lebih keras. Emas 75% atau dengan cap 750, berarti kandungan emas murninya 75% sedangkan sisanya 25% adalah logam lain, misalnya : perak atau tembaga.


Warna emas dapat diatur sesuai dengan keinginan dengan mencampurkan sejumlah logam lain ke dalamnya. Dengan menambahkan tembaga, emas bisa jadi kemerah-merahan; penambahan perak akan memberi kesan kehijau-hijauan pada warna emas, sedangkan penambahan palladium atau nikel akan menghasilkan emas dengan warna putih.

Lalu apakah perbedaan emas kuning dengan emas putih?? Emas putih juga merupakan campuran antara emas murni (yang tentu saja berwarna kuning) dgn jenis logam yang lebih putih seperti : palladium, perak, nikel dan unsur metalik lainnya. Sehingga walaupun disebut “Emas Putih”, karen terdapatnya kandungan emas murni dalam campuran tsb, hasil yang didapatkan tetap akan tampak putih kekuning-kuningan.


TAHUKAH ANDA

Emas putih lebih keras dari pada emas kuning? Karena jenis logam untuk campuran dalam membuat emas putih (palladium atau nikel) lebih keras dari pada logam untuk campuran emas kuning (perak dan tembaga). Emas putih merupakan campuran dari emas kuning dengan logam putih seperti palladium & nikel? Jadi walaupun warna campurannya berwarna putih, tetap sedikit kekuning-kuningan.

Leave a comment »